Sherlock Holmes
10:40 PM | Author: Aprianto Nursetiawan

Who is
Sherlock Holmes?
Who is Sherlock Holmes, you ask? Who is Sherlock Holmes?!?



Better to ask "Who was Sherlock Holmes?" At this point, history has claimed him as its own. Although his death was never recorded and his obituary never appeared in any newspaper, one can safely say that Sherlock Holmes walks among us no more.
Who was Sherlock Holmes?
Why, only the man who put the "detect" in detective, practiced forensic science and criminal profiling years ahead of the rest of the world, brought down a criminal empire, and made the occupation of private detective a very cool thing to be.
Sherlock Holmes started his career in London in the early 1880s. Not much is known of him before then, but he was quick to make a name for himself with Scotland Yard, and not long after, the rest of England. Eventually his fame would spread world-wide, thanks to the pen of Dr. John H. Watson and the literary marketing genius of Arthur Conan Doyle.
What we don't know about Sherlock Holmes is as intriguing as what we do know. For example, since Jack the Ripper's murderous rampage suddenly and mysteriously came to an end, right at the peak of Holmes's early career, many have quite naturally wondered if the detective had a hand in stopping the killer. And why not?
Almost all of what we know of Sherlock Holmes comes from a series of sixty memoirs, most of which were from the pen of his friend Dr. Watson. The first of these, published in 1887 in a magazine called Beeton's Christmas Annual, was A Study in Scarlet.
These chronicles of Holmes suddenly came to an abrupt end in 1893 when "The Final Problem" reported Holmes's death at Reichenbach Falls.
Holmes was assumed dead for years, until the stories started again in 1901 with The Hound of the Baskervilles. The last of the sixty chronicles, "The Adventure of Shoscombe Old Place," appeared in March of 1927. And in the forty years in between 1887 and 1927, Sherlock Holmes made Sir Arthur Conan Doyle, the man who popularized the detective and his adventures, a very wealthy man.
Need more info? Click here.

Buat tautan
Sony Xperia X10
10:32 PM | Author: Aprianto Nursetiawan

The Xperia X10 is a continuation of every smartphone aficionado's love-hate affair with Sony Ericsson.  It's a combo of exceptional hardware and build quality, with poorly implemented software that is taking far too long to get updated.  By the latest standards, it's no powerhouse, but the specs are still good and were top of the line when we first saw it at CES in January 2010.  But the software.  Oh the software -- especially the fact that it's still running Android 1.6 is so hard to swallow. 

The first thing you notice when you pick up the X10 is the build quality.  It's truly a beautiful phone, very well made and has a touch of class that you don't get from most black slabs on the market today.  You can tell the designers put a lot of thought into it, and it's very enjoyable to use as a phone.  The call quality was adequate -- nothing good or bad stood out, but it feels very nice and comfortable in the hand, more than other phones like the Evo or the Droid X.  The 4-inch screen seems to be the perfect mix of usability, both as a media and messaging device and as a phone.  It's a perfect blend.  It's also very difficult to put a finger on exactly why.  The materials are nothing special, plastic all around (including the trim and buttons) with a unique coating on the larger parts to give a tiny amount of texture.  Again, credit to the design team goes here as well.
Need more info? Click here.
Buat tautan
Samsung Galaxy S II
10:16 PM | Author: Aprianto Nursetiawan
If you don't already know all about the Samsung Galaxy S II, where have you been the past two months? The successor to one of the most popular Android handsets to date carries a burden of expectation almost as sizable as its 4.3-inch Super AMOLED Plus screen. It promises to be thinner, lighter, and faster than the Galaxy S that preceded it, while garnishing Android 2.3.3 with a set of TouchWiz customizations that might actually enhance, rather than hinder, the user experience. As such, the Galaxy S II earns Samsung full marks for ambition, but does this slinky new smartphone live up to its interstellar hype? The answer, as always, can be found after the break.







 need more info? Click here.
Buat tautan
Logika dan Perasaan
7:32 PM | Author: Aprianto Nursetiawan
Sebagai manusia, kita seringkali dihadapkan dengan masalah-masalah kehidupan. Masalah yang beraneka ragam. Beberapa dari masalah tersebut mungkin dapat diselesaikan dengan mudah tanpa perlakuan khusus, beberapa lagi harus diselesaikan dengan cara-cara penyelesaian tertentu, beberapa lagi bahkan dapat selesai dengan sendirinya.
Tapi seringkali, masalah itu menuntut kesungguhan kita untuk menyelesaikannya, dan untuk menyelesaikan masalah, manusia seringkali bergantung pada 2 hal; Logika dan Perasaan.
Kedua hal tersebut sangat jauh berbeda.
Logika menggunakan kemampuan berpikir otak manusia untuk menentukan jalan dan solusi masalah. Walau logika akan menghasilkan sejuta kemungkinan solusi, tetapi logika adalah hal yang pasti dan tetap dapat diterka.
Lain halnya dengan perasaan. Perasaan tidak menggunakan kemampuan berpikir. Hasil solusi dari perasaan pun tidak dapat diterka. Yang kita ketahui hanya perasaan seperti senang, marah, sedih dan sebagainya. Tetapi kita tidak tahu pasti apa yang akan dilakukan jika mengikuti perasaan.
Perasaan sangat terpengaruh kondisi, misal situasi lingkungan, sosial, bahkan hormon dalam tubuh. Mungkin pada suatu kondisi disaat kita senang, kita dapat mencoba solusi untuk menyelesaikan masalah, tetapi untuk masalah yang sama, solusi yang akan kita lakukan akan berbeda jika dalam kondisi sedih atau marah.
Menurut saya, manusia tidak bisa menggunakan keduanya, tetapi secara bergantian dengan waktu dan periode yang tidak jelas. Walau begitu, pola yang sangat acak dari perasaan terkadang bisa menjadi sama dengan hasil logika, sehingga hampir tidak dapat dibedakan dan sulit sekali dipisahkan.
Logika dan perasaan, walau manusia tidak dapat menggunakan keduanya sekaligus, tetapi sangat tidak disarankan untuk menggunakan salah satunya saja untuk sebuah masalah.
Hal ini dikarenakan, logika dengan kemungkinannya pada suatu waktu akan menemui jalan buntu karena tidak ada kemungkin lagi, maka diperlukan perasaan untuk menemukan langkah berikutnya.
Vice versa, hanya menggunakan perasaan saja bagaikan berjalan di suatu tempat asing tanpa peta ataupun kompas, jika beruntung maka akan berhasil dan jika tidak, terjebak selamanya, maka diperlukanlah logika.
Nah, itulah sedikit dari pendapat saya tentang logika dan perasaan, mungkin Anda memiliki pendapat lain. Masing-masing diri kita adalah berbeda, maka dari itu yang berhak menentukan jalan hidup adalah diri sendiri dan Allah swt. yang telah memberikan karunia-Nya pada diri kita sebagai manusia.
Semoga bermanfaat.
Buat tautan
Keberhasilan Pertama pada Pagi di Hari Rabu
3:28 AM | Author: Aprianto Nursetiawan
Pada pagi hari ini saya berhasil memposting lewat ponsel kuno bertipe Nokia 3230 buatan 2007. Yah, walaupun kuno tetapi ini adalah ponsel terfavorit yang pernah saya miliki, walau mungkin sekarang sudah terdapat berbagai kerusakan di sana-sini.
Sekarang saya cukup puas dengan yang sudah saya dapatkan, memang harus lebih banyak bersyukur lagi (terima kasih kepada neng yang selalu menguatkanku), dan terus berusaha menggapai cita-cita. Cita-cita saya mungkin memang berbeda dari yang lain, tak apa toh kita masing-masing punya definisi sendiri tentang cita-cita.
Baiklah, mungkin sekarang memang waktunya untuk tidur, mata pun sudah hampir tertutup.
Selamat malam.
Buat tautan
Pagi di Hari Rabu
3:07 AM | Author: Aprianto Nursetiawan
Posting ini hanya untuk mengecek, apakah sudah berhasil untuk posting mobile.
Buat tautan
PLTN dan Tingginya Biaya Listrik di Indonesia
2:39 AM | Author: Aprianto Nursetiawan
Mungkin diantara Anda sudah menyadari, bahwa tarif dasar listrik di negara tercinta kita ini semakin melambung tinggi. Tidak bisa dipungkiri hal ini disebabkan karena tingginya harga bahan bakar seperti minyak dan batu bara.
Seperti dikutip dari DetikFinance, Pemerintah berencana untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada 2012 sebanyak 10-15%, walaupun diiming-imingi dengan perbaikan kualitas layanan dan pasokan listrik.


Beberapa tahun belakangan ini pun mulai digalakkan tentang penghijauan, tapi solusi itu sepertinya tidak cukup mengatasi masalah. Lalu apa solusinya? Bagaimana dengan sumber tenaga listrik baru?


PLTN




Berikut ini adalah penjelasan tentang PLTN yang dilansir dari Badan Tenaga Nuklir Nasional.


Pengertian PLTN
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN adalah sebuah pembangkit daya thermal yang menggunakan satu atau beberapa reaktor nuklir sebagai sumber panasnya. Prinsip kerja sebuah PLTN hampir sama dengan sebuah Pembangkilt Listrik Tenaga Uap, menggunakan uap bertekanan tinggi untuk memutar turbin. Putaran turbin inlah yang diubah menjadi energi listrik. Perbedaannya ialah sumber panas yang digunakan untuk menghasilkan panas. Sebuah PLTN menggunakan Uranium sebagai sumber panasnya. Reaksi pembelahan (fisi) inti Uranium menghasilkan energi panas yang sangat besar.

Daya sebuah PLTN berkisar antara 40 Mwe sampai mencapai 2000 MWe, dan untuk PLTN yang dibangun pada tahun 2005 mempunyai sebaran daya dari 600 MWe sampai 1200 MWe. Sampai tahun 2006 terdapat 443 PLTN yang beroperasi di dunia, yang secara keseluruhan menghasilkan daya sekitar 1/6 dari energi listrik dunia.


Prinsip Kerja PLTN

Prinsip kerja PLTN sebenarnya mirip dengan pembangkit listrik lainnya, misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Uap bertekanan tinggi pada PLTU digunakan untuk memutar turbin. Tenaga gerak putar turbin ini kemudian diubah menjadi tenaga listrik dalam sebuah generator.




Perbedaan PLTN dengan pembangkit lain terletak pada bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan uap, yaitu Uranium. Reaksi pembelahan (fisi) inti Uranium menghasilkan tenaga panas (termal) dalam jumlah yang sangat besar serta membebaskan 2 sampai 3 buah neutron

Jenis-jenis PLTN

Pressurized Water Reactor (PWR)

PWR adalah jenis reaktor daya nuklir yang menggunakan air ringan biasa sebagai pendingin maupun moderator neutron. Reaktor ini pertama sekali dirancang oleh Westinghouse Bettis Atomic Power Laboratory untuk kepentingan kapal perang, tetapi kemudian rancangan ini dijadikan komersial oleh Westinghouse Nuclear Power Division. Reaktor PWR komersial pertama dibangun di Shippingport, Amerika Serikat yang beroperasi sampai tahun 1982.

Selain Westinghouse, banyak perusahaan lain seperti Asea Brown Boveri-Combustion Engineering (ABB-CE), Framatome, Kraftwerk Union, Siemens, and Mitsubishi yang mengembangkan dan membangun reaktor PWR ini. Reaktor jenis ini merupakan jenis reaktor yang paling umum. Lebih dari 230 buah reaktor digunakan untuk menghasilkan listrik, dan beberapa ratus lainnya digunakan sebagai tenaga penggerak kapal.



Gambar Skema Reaktor Pressurized Water Reactor (PWR)


Pada reaktor jenis PWR, aliran pendingin utama yang berada di teras reaktor bersuhu mencapai 325oC sehingga perlu diberi tekanan tertentu (sekitar 155 atm) oleh perangkat pressurizer sehingga air tidak dapat mendidih. Pemindah panas, generator uap, digunakan untuk memindahkan panas ke aliran pendingin sekunder yang kemudian mendidih menjadi uap air dan menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Uap kemudian diembunkan di dalam kondenser menjadi aliran pendingin sekunder. Aliran ini kembali memasuki generator uap dan menjadi uap kembali, memasuki turbin, dan demikian seterusnya

Boiling water reactor (BWR)

Reaktor jenis BWR merupakan rancangan reaktor jenis air ringan sebagai pendingin dan moderator, yang juga digunakan di beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Reaktor BWR pertama sekali dirancang oleh Allis-Chambers dan General Electric (GE). Sampai saat ini, hanya rancangan General Electric yang masih bertahan. Reaktor BWR rancangan General Electric dibangun di Humboldt Bay di California. Perusahaan lain yang mengembangkan dan membangun reaktor BWR ini adalah ASEA-Atom, Kraftwerk Union, Hitachi. Reaktor ini mempunyai banyak persamaan dengan reaktor PWR; perbedaan yang paling kentara ialah pada reaktor BWR, uap yang digunakan untuk memutar turbin dihasilkan langsung oleh teras reaktor.



Gambar Skema Reaktor Boiling Water Reactor (BWR)


Pada reaktor BWR hanya terdapat satu sirkuit aliran pendingin yang bertekanan rendah (sekitar 75 atm) sehingga aliran pendingin tersebut dapat mendidih di dalam teras mencapai suhu 285oC. Uap yang dihasilkan tersebut mengalir menuju perangkat pemisah dan pengering uap yang terletak di atas teras kemudian menuju turbin. Karena air yang berada di sekitar teras selalu mengalami kontaminasi oleh peluruhan radionuklida, maka turbin harus diberi perisai dan perlindungan radiasi sewaktu masa pemeliharaan. Kebanyakan zat radioaktif yang terdapat pada air tersebut beumur paro sangat singkat, misalnya N-16 dengan umur paro 7 detik sehingga ruang turbin dapat dimasuki sesaat setelah reaktor dipadamkan. Uap tersebut kemudian memasuki turbin-generator. Setelah turbin digerakkan, uap diembunkan di kondenser menjadi aliran pendingin, kemudian dipompa ke reaktor dan memulai siklus kembali seperti di atas.

Reaktor Air Didih Lanjut (Advanced Boiling Water Reactor, ABWR)

ABWR adalah reaktor air didih lanjut, yaitu tipe modifikasi dari reaktor air didih yang ada pada saat ini. Perbaikan ditekankan pada keandalan, keselamatan, limbah yang rendah, kemudahan operasi dan faktor ekonomi. Perlengkapan khas ABWR yang mengalami perbaikan desain adalah (1) pompa internal, (2) penggerak batang kendali, (3) alat pengatur aliran uap, (4) sistem pendinginan teras darurat, (5) sungkup reaktor dari beton pra-tekan, (6) turbin, (7) alat pemanas untuk pemisah uap (penurun kelembaban), (8) sistem kendali dijital dan lain-lain.

Reaktor CANDU

Reaktor CANDU atau CANada Deuterium Uranium adalah jenis reaktor air berat bertekanan yang menggunakan Uranium alam oksida sebagai bahan bakar. Reaktor ini dirancang oleh Atomic Energy Canada Limited (AECL) semenjak tahun 1950 di Kanada. Karena menggunakan bahan bakar Uranium alam, maka reaktor ini membuthkan moderator yang lebih efisien seperti air berat



Gambar Skema Reaktor CANDU atau CA Nada Deuterium Uranium


Moderator reaktor CANDU terletak pada tangki besar yang disebut calandria, yang disusun oleh tabung-tabung bertekanan horisontal yang digunakan sebagai tempat bahan bakar, didinginkan oleh aliran air berat bertekanan tinggi yang mengalir melewati tangki calandria ini sampai mencapai suhu 290oC. Sama seperti Reaktor PWR, uap dihasilkan oleh aliran pendingin sekunder yang mendapat panas dari aliran pendingin utama. Dengan digunakannya tabung-tabung bertekanan sebagai tempat bahan bakar, memungkinkan untuk mengisi bahan bakar tanpa memadamkan reaktor dengan memisahkan tabung bahan bakar yang akan diisi dari aliran pendingin.

Reaktor tabung tekan

Reaktor tabung tekan merupakan reaktor yang terasnya tersusun atas pendingin air ringan (ada juga air berat) dan moderator air berat atau pendingin air ringan dan moderator grafit dalam pipa kalandria. Bahan pendingin dan bahan moderator dipisahkan oleh pipa tekan, sehingga bahan pendingin dan bahan moderator dapat dipilih secara terpisah. Pada kenyataannya terdapat variasi gabungan misalnya pendingin air ringan moderator air berat (Steam-Generating Heavy Water Reactor, SGHWR), pendingin air berat moderator air berat (Canadian Deuterium Uranium, CANDU), pendingin air ringan moderator grafit (Channel Type Graphite-moderated Water-cooled Reactor, RBMK). Teras reaktor terdiri dari banyak kanal bahan bakar dan dideretkan berbentuk kisi kubus di dalam tangki kalandria, bahan pendingin mengalir masing-masing di dalam pipa tekan, energi panas yang timbul pada kanal bahan bakar diubah menjadi energi penggerak turbin dan digunakan pada pembangkit listrik. Disebut juga rektor nuklir tipe kanal.

Pebble Bed Modular Reactor (PBMR)

Reaktor PBMR menawarkan tingkat keamanan yang baik. Proyek PBMR masa kini merupakan lanjutan dari usaha masa lalu dan dipiloti oleh konglomerat internasional USA berbasis Exelon Corporation (Commonwealth Edison PECO Energy), British Nuclear Fuels Limited dan South African based ESKOM sebagai perusahaan reaktor.



Gambar Skema PBMR


PBMR menggunakan helium sebagai pendingin reaktor, berbahan bakar partikel uranium dioksida yang diperkaya, yang dilapisi dengan Silikon Karbida berdiameter kurang dari 1mm, dirangkai dalam matriks grafit. Bahan bakar ini terbukti tahan hingga suhu 1600oC dan tidak akan meleleh di bawah 3500oC. Bahan bakar dalam bola grafit akan bersirkulasi melalui inti reaktor karena itu disebut sistem pebble-bed.

Reaktor Magnox




Gambar Skema Reaktor Magnox


Reaktor Magnox merupakan reaktor tipe lama dengan siklus bahan bakar yang sangat singkat (tidak ekonomis), dan dapat menghasilkan plutonium untuk senjata nuklir. Reaktor ini dikembangkan pertama sekali di Inggris dan di Inggris terdapat 11 PLTN dengan menggunakan 26 buah reaktor Magnox ini. Sampai tahun 2005 ini, hanya tinggal 4 buah reaktor Magnox yang beroperasi di Inggris dan akan didekomisioning pada tahun 2010.

Reaktor Magnox menggunakan CO2 bertekanan sebagai pendingin, grafit sebagai moderator dan berbahan bakar Uranium alam dengan logam Magnox sebagai pengungkung bahan bakarnya. Magnox merupakan nama dari logam campuran yaitu dengan logam utama Magnesium dengan sedikit Aluminium dan logam lainnya, yang digunakan sebagai pengungkung bahan bakar logam Uranium alam dengan penutup yang tidak mudah teroksidasi untuk menampung hasil fisi.

Advanced Gas-cooled Reactor (AGR)

Advanced Gas-Cooled Reactor (AGR) merupakan reaktor generasi kedua dari reaktor berpendingin gas yang dikembangkan Inggris. AGR merupakan pengembangan dari reaktor Magnox. Reaktor ini menggunakan grafit sebagai moderator netron, CO2 sebagai pendingin dan bahan bakarnya adalah pelet Uranium oksida yang diperkaya 2,5%-3,5% yang dikungkung di dalam tabung stainless steel. Gas CO2 yang mengalir di teras mencapai suhu 650oC dan kemudian memasuki tabung generator uap. Kemudian uap yang memasuki turbin akan diambil panasnya untuk menggerakkan turbin. Gas telah kehilangan panas masuk kembali ke teras.



Gambar Skema Advanced Gas-cooled Reactor (AGR)


Russian Reaktor Bolshoi Moshchnosty

RBMK merupakan singkatan dari Russian Reaktor Bolshoi Moshchnosty Kanalny yang berari reaktor Rusia dengan saluran daya yang besar. Pada tahun 2004 masih terdapat beberapa reaktor RMBK yang masih beroperasi, namun tidak ada rencana untuk membangun reaktor jenis ini lagi. Keunikan reaktor RBMK terdapat pada moderator grafitnya yang dilengkapi dengan tabung untuk bahan bakar dan tabung untuk aliran pendingin.



Gambar Skema RBMK


Pada rancangan reaktor RBMK, terjadi pendidihan aliran pendingin di teras samapi mencapai suhu 290°C. Uap yang dihasilkan kemudian masuk ke perangkat pemisah uap yang memisahkan air dari uap. Uap yang telah dipisahkan kemudian mengalir menuju turbin, seperti pada rancangan reaktor BWR. Masalah yang dihadapi pada BWR yaitu uap yang dihasilkan bersifat radioaktif juga terjadi pada reaktor ini. Namun, dengan adanya pemisahan uap, maka terdapat waktu jeda yang menurunkan radiasi di sekitar turbin. Dengan menggunakan moderasi netron yang sangat bergantung pada grafit, apabila terjadi pendidihan yang berlebihan, maka aliran pendingin akan berkurang sehingga penyerapan netron juga berkurang, tetapi reaksi fisi akan semakin cepat sehingga dapat menimbulkan kecelakaan.


Dalam penggunaan energi baru ini, banyak mengundang kontroversi. Ada pihak yang setuju dan tidak. Berkut ini saya lampirkan hasil pro-kontranya.


Pro
 Pihak :

  • Ilmuwan nuklir dan pakar PLTN (BATAN)
  • Industri tenaga nuklir
Alasan :
  • Merupakan sumber listrik alternatif karena sumber konvensional (minyak, batu bara dan gas) makin menipis.
  • Harga listrik PLTN kompetitif.
  • Aman: per Twy (terrawattyear) kematian (manusia) yang disebabkan PLTN adalah 8 per Twy.
  • Terkait isu pemanasan global: PLTN selama operasi tidak mengemisikan gas rumah kaca CO2. Berdasarkan analisis daur hidup (penambangan uranium, pemurnian, pengoperasian PLTN, pengolahan limbah, penyimpanan limbah, dan pembongkaran instalasi PLTN yang mencapai akhir daur gunanya -use cycle), emisi CO2 lebih rendah daripada sumber konvensional. 
  • Karenanya, PLTN adalah sumber energi berkelanjutan.
Persepsi :
  • Nisbah Untung/rugi = besar (keuntungan atau manfaatnya jauh lebih besar daripada faktor negatifnya).
  • Kesediaan menerima resiko = besar.

Kontra
Pihak :
  • LSM.
  • Akademik.
  • Gus Dur.
Alasan :
  • Tidak dapat dijamin keamanannya - kasus Three Miles Island (AS, 1976) dan Chernobyl (Rusia, 1986).
  • Limbah nuklir baru aman setelah disimpan 10000 tahun.
  • Perlu diperhatikan angka kematian / kesakitan yang tidak segera terjadi karena penyinaran radioaktif -misalnya dari kecelakaan Chernobyl.
  • Laporan kenaikan leukimia anak di sekitar PLTN Sellafield, Inggris.
  • Perlu dibandingkan dengan kematian karena pembangkitan listrik dengan angin, surya, mini-mikrohidro, dan bahan bakar hayati (BBH) yang dikenal sangat aman.
  • Pencemaran udara.
  • PLTN menggunakan uranium yang non renewable (tak terbarukan) yang pada suatu saat akan habis, sehingga PLTN bukanlah sumber energi berkelanjutan.
  • Emisi CO2 lebih rendah, apabila: menggunakan bahan tambang berkualitas tinggi yang berkadar uranium 1% atau lebih (misal batuan tambang lunak atau soft ore -batas emisinya 0,0015%); namun bila makin rendah kualitas batuan tambang yang digunakan (misal granit -batas emisi lebih tinggi), akan semakin tinggi emisi CO2. Oxford Research Group dalam laporannya kepada British House of Commons pada tahun 2005 menyatakan bahwa: emisi CO2 PLTN bervariasi antara 20% - 120% dari PLTU gas, tergantung pada kualitas batuan tambangnya. Sebagian besar batuan tambang uranium yang diketahui, mempunyai kualitas rendah. Dengan adanya permintaan untuk bahan bakar nuklir yang juga naik, pada akhirnya batuan tambang berkualitas rendah juga akan ditambang (sehingga emisi CO2nya lebih tinggi daripada konvensional). Jadi, tidak ada jaminan akan mengurangi emisi CO2.

Persepsi:
  • Nisbah Untung/rugi = kecil (merasa tidak atau sedikit merasa mendapatkan keuntungan).
  • Kesediaan menerima resiko = rendah.

Kesimpulan
Walaupun nuklir adalah energi masa depan, tapi  faktor 'ketakutan' dan 'ketidaksiapan' dari masyarakat adalah penghambatnya. Maka, Seharusnya PLTN menjadi alternatif terakhir. Kembangkan dulu alternatif yang lain, termasuk upaya penghematan energi dengan menaikkan efisiensi penggunaan energi yang bersifat terbarukan (angin, surya, mikrohidro, BBH-Bahan Bakar Hayati) yang mempunyai keuntungan bersifat tersebar, sehingga
dapat dibangun di desa-desa dan pulau kecil, sehingga pembangunan dapat merata -pro rakyat miskin.

PLTN memerlukan jejaring transmisi grid yang mahal untuk dapat mencapai pedesaan, apalagi untuk mencapai pulau-pulau kecil.

Sudah seharusnya, PLTN tidak menjadi prioritas dalam pembangunan.

Sebagai warga negara yang baik dan peduli terhadap NKRI, apakah Anda termasuk Pro atau Kontra?

Buat tautan